Kamis, 24 Juli 2008
Hati Yang Baik
Suatu hari pada musim haji, Abdullah bin Mubarak yang sedang
melaksanakan ibadah haji di tanah suci tertidur di Masjidil Haram. Dalam
tidurnya beliau bermimpi bertemu dengan seorang malaikat yang
memberitahunya bahwa ibadah haji umat Islam tahun itu diterima Allah
hanya karena kebaikan seorang tukang sepatu. Sehabis itu Mubarak
terbangun. Betapa penasarannya beliau dengan mimpi itu dan betapa
penasarannya beliau dengan tukang sepatu yang diceritakan malaikat dalam
mimpinya itu. Apa gerangan yang dilakukan tukang sepatu itu sehingga
menyebabkan ibadah haji seluruh umat Islam tahun itu diterima Allah?
Beliau lalu mencari tahu siapa gerangan tukang sepatu itu dan dimana
tempatnya. Hingga akhirnya beliau berhasil menemui tukang sepatu dan
meminta cerita apa amalan yang dilakukannya sehingga mengantarkan
diterimanya ibadah haji seluurh umat Islam tahun itu? Lalu tukang sepatu
itu pun menceritakan ihwalnya, bahwa dia bersama isterinya selama 30
tahun berencana untuk naik haji. Selama itu tiap hari, minggu dan bulan
dia menabung dan mengumpulkan uang untuk biaya naik haji dari jasa
membuat dan memperbaiki sepatu.
Tahun ini tabungan hajinya bersama isteri sudah cukup dan dia berencana
untuk naik haji. Namun apa yang terjadi?
Suatu hari isterinya mencium bau harum masakan dari tetangganya. Karena
penasaran dengan harum masakan itu isteri tukang sepatu itu memberanikan
diri menghampiri tetangga dengan maksud ingin meminta sedikit masakan
sekedar ignin mencicipinya .
"Wahai tetangga yang baik, hari ini saya mencium harumnya masakanmu,
bolehkah saya mencicipi barang sedikit?" pinta isteri tukang sepatu itu
kepada tetangganya.
"Tuan puteri yang baik, masakan ini tidak halal bagimu", jawab tetangga.
"Mengapa tidak halal?" tanya isteri tukang sepatu itu dengan penasaran.
"Daging yang kami masak adalah bangkai yang kami temukan di jalan. Kami
tidak tega melihat anak-anak kami kelaparan. Kami sudah banting tulang
mencari makanan yang lebih baik, tapi kami tidak menemukannya. Akhirnya
hanya bangkai ini yang kami temukan, lalu kami masak biar anak-anak dan
keluarga kami tidak semakin menderita"
Mendengar cerita itu, isteri tukang sepatu itu sepontan pulang dan
menceritakannya kepada suaminya. Si tukang sepatu tanpa banyak bicara
segera membuka tabungan haji yang dikumpulkannya selama 30 tahun dan
dibawanya ke rumah tetangga. "Wahai tetangga yang baik, ambillah semua
uang ini untuk keperluan makan kamu dan keluargamu, ini lah haji kami",
kata tukang sepatu itu.
Perbuatan mulia tukang sepatu itulah yang dijadikan Allah sebagai
penyebab diterimanya amalan ibadah haji seluruh jamaah haji tahun itu.
****
Kisah di atas, menceritakan betapa hati yang mulia dan baik selalu
mendapatkan tempat yang mulia di mata Allah. Hati yang baik mengantarkan
kepada pemiliknya kepada perbuatan yang baik dan terpuji. Hati yang baik
mendatangkan pahala dan karunia Allah tidak hanya untuk si pemiliknya,
namun juga untuk seluruh umat manusia. Benarlah kata Rasulullah
"Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah, kalau itu baik, maka
baiklah seluruh anggota tubuh".
Hati yang baik bukanlah sekedar karunia dari Allah yang diberikan kepada
orang-orang tertentu saja, namun hati yang baik juga bisa didapatkan
dengan latihan dan pendidikan. Salah satu cara untuk mendapatkan hati
yang baik adalah dengan senantiasa membuka komunikasi hati dan Allah.
Allah adalah Dzat Yang Maha Baik, maka siapapun yang selalu
berkomunikasi kepdaNya akan mendapatkan pancaran kebaikan. Semoga kita
diberi karunia hati yang baik.
melaksanakan ibadah haji di tanah suci tertidur di Masjidil Haram. Dalam
tidurnya beliau bermimpi bertemu dengan seorang malaikat yang
memberitahunya bahwa ibadah haji umat Islam tahun itu diterima Allah
hanya karena kebaikan seorang tukang sepatu. Sehabis itu Mubarak
terbangun. Betapa penasarannya beliau dengan mimpi itu dan betapa
penasarannya beliau dengan tukang sepatu yang diceritakan malaikat dalam
mimpinya itu. Apa gerangan yang dilakukan tukang sepatu itu sehingga
menyebabkan ibadah haji seluruh umat Islam tahun itu diterima Allah?
Beliau lalu mencari tahu siapa gerangan tukang sepatu itu dan dimana
tempatnya. Hingga akhirnya beliau berhasil menemui tukang sepatu dan
meminta cerita apa amalan yang dilakukannya sehingga mengantarkan
diterimanya ibadah haji seluurh umat Islam tahun itu? Lalu tukang sepatu
itu pun menceritakan ihwalnya, bahwa dia bersama isterinya selama 30
tahun berencana untuk naik haji. Selama itu tiap hari, minggu dan bulan
dia menabung dan mengumpulkan uang untuk biaya naik haji dari jasa
membuat dan memperbaiki sepatu.
Tahun ini tabungan hajinya bersama isteri sudah cukup dan dia berencana
untuk naik haji. Namun apa yang terjadi?
Suatu hari isterinya mencium bau harum masakan dari tetangganya. Karena
penasaran dengan harum masakan itu isteri tukang sepatu itu memberanikan
diri menghampiri tetangga dengan maksud ingin meminta sedikit masakan
sekedar ignin mencicipinya .
"Wahai tetangga yang baik, hari ini saya mencium harumnya masakanmu,
bolehkah saya mencicipi barang sedikit?" pinta isteri tukang sepatu itu
kepada tetangganya.
"Tuan puteri yang baik, masakan ini tidak halal bagimu", jawab tetangga.
"Mengapa tidak halal?" tanya isteri tukang sepatu itu dengan penasaran.
"Daging yang kami masak adalah bangkai yang kami temukan di jalan. Kami
tidak tega melihat anak-anak kami kelaparan. Kami sudah banting tulang
mencari makanan yang lebih baik, tapi kami tidak menemukannya. Akhirnya
hanya bangkai ini yang kami temukan, lalu kami masak biar anak-anak dan
keluarga kami tidak semakin menderita"
Mendengar cerita itu, isteri tukang sepatu itu sepontan pulang dan
menceritakannya kepada suaminya. Si tukang sepatu tanpa banyak bicara
segera membuka tabungan haji yang dikumpulkannya selama 30 tahun dan
dibawanya ke rumah tetangga. "Wahai tetangga yang baik, ambillah semua
uang ini untuk keperluan makan kamu dan keluargamu, ini lah haji kami",
kata tukang sepatu itu.
Perbuatan mulia tukang sepatu itulah yang dijadikan Allah sebagai
penyebab diterimanya amalan ibadah haji seluruh jamaah haji tahun itu.
****
Kisah di atas, menceritakan betapa hati yang mulia dan baik selalu
mendapatkan tempat yang mulia di mata Allah. Hati yang baik mengantarkan
kepada pemiliknya kepada perbuatan yang baik dan terpuji. Hati yang baik
mendatangkan pahala dan karunia Allah tidak hanya untuk si pemiliknya,
namun juga untuk seluruh umat manusia. Benarlah kata Rasulullah
"Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah, kalau itu baik, maka
baiklah seluruh anggota tubuh".
Hati yang baik bukanlah sekedar karunia dari Allah yang diberikan kepada
orang-orang tertentu saja, namun hati yang baik juga bisa didapatkan
dengan latihan dan pendidikan. Salah satu cara untuk mendapatkan hati
yang baik adalah dengan senantiasa membuka komunikasi hati dan Allah.
Allah adalah Dzat Yang Maha Baik, maka siapapun yang selalu
berkomunikasi kepdaNya akan mendapatkan pancaran kebaikan. Semoga kita
diberi karunia hati yang baik.
kosongg!!!!!
kamis, 24 juli 2008 berguguran yang telah tertanam selama ini.
semenjak anna melihatnya, setelah ia melihatnya.
gugur satu demi satu...
larut demi larut anna alami.
kosongg!!!!!!!!
....(?_?).....
kamis, 31 juli 2008... terulang kembali...
semenjak anna melihatnya, setelah ia melihatnya.
gugur satu demi satu...
larut demi larut anna alami.
kosongg!!!!!!!!
....(?_?).....
kamis, 31 juli 2008... terulang kembali...
Senin, 21 Juli 2008
kehidupan Dunia Hanyalah Permainan
Aturan main di dunia adalah Al-Qur'an
Permainannya adalah Fastabiqul khairat,
Pelakunya adalah Jin dan MAnusia,
Pemeran utamanya adalah Manusia,
Stadionnya adalah Bumi,
Wasitnya adalah ulama,
Waktunya adalah baliq
Penentuannya adalah akhirat,
Hadiah>syurga>< neraka
Permainannya adalah Fastabiqul khairat,
Pelakunya adalah Jin dan MAnusia,
Pemeran utamanya adalah Manusia,
Stadionnya adalah Bumi,
Wasitnya adalah ulama,
Waktunya adalah baliq
Penentuannya adalah akhirat,
Hadiah>
Selasa, 15 Juli 2008
Keep Istiqomah Syahid Al-Hafidzku...
Syahidku...
hausmu sebentar lagi akan terobati, saum mu akan segera berbuka...
tiket untuk menggenapkan agama mu akan segera engkau dapatkan...
insyaAllah ikhtiyarmu akan segera Allah berikan balasan.
Do'amu istiqomahkanlah, ikhtiyarmu sempurnakanlah, selalu bersabar menunggu adzan magribmu...karena Allah menjanjikan kepada setiap yang berpuasa pasti akan berbuka...
namun janganlah engkau lupa bahwa semuanya Kehendak Nya.. tawakkal adalah akhir semuanya..
semoga engkau selalu bahagia meskipun bukan kurma yang engkau dapatkan...
keep istiqomah...
malu Aku..
Minggu, 13 Juli 2008
Jawab Anna
Anna..., tahukah engkau bahwa di belahan bumi yang lain ada saudaramu yang sedang menangis. mereka tak seperti dirimu yang sekarang sedang asyik duduk dengan manisnya menikmati kedamaian..
tahukah engkau Anna...bahwa anak sekecil ia sudah dengan sigap untuk menghadapi musuh yang sewaktu-waktu menembuskan peluru di dada nya...
sedangkan engkau...apa yang sedang engkau persiapkan?!
tangisan? atau senyuman? untuk menjemput hari akhirmu yang semakin dekat?!
Anna jawab...!!!
apa yang engkau miliki? apa yang bisa engkau berikan? apa yang bisa engkau lakukan seandainya esok bahkan malam ini adalah detik-detik terakhirmu. apa yang telah engkau berikan padaNya, sudahkah engkau menyampaikan "jangan" ketika engkau lihat kemungkaran????
Anna...jawablah!!!
Sabtu, 12 Juli 2008
Word of Death
Kematian, hal yang kita selalu lari darinya, namun ia pasti kan mendatangi kita* pada waktunya. Satu hal yang mengherankan diriku adalah Kita semua sadar dan yakin bahwa kita pasti akan mati. Kita semua sadar dan yakin bahwa dunia ini hanya sementara, semua hal yang kita raih disini akan binasa, dan kita semua paham bahwa waktu yang kita miliki disini merupakan peluang yang kan menentukan akhir peristirahatan kita kelak (surga/neraka)Kita semua pun sadar dan yakin bahwa hanya ada dua tempat di alam setelah dunia ini, yaitu surga atau neraka, yang masa periode waktu di sana berkekalan, yang hal-hal di dalamnya juga berkekalan, serta tiada lagi pilihan tempat lain selain dua itu sajaMaka, mengapa kita sering terlena dengan dunia dan lalai dari mempersiapkan kehidupan akhir kita..?
Tiada hari yang tidak kita lalui tanpa mendengar berita mengenai kematian, lalu mengapakah kita tidak bisa mengambil pelajaran darinya..? bahwa suatu saat nanti kita pun akan mengalaminyaKematian adalah pintu satu arahSiapa yang telah melewatinya tiada bisa kembali lagiImam Ali kw pernah berkata,“Sungguh kita berada pada hari dimana hanya ada amal perbuatan tanpa perhitungan, dan sungguh kita akan menuju hari dimana hanya ada perhitungan tanpa ada amal perbuatan”Yuk, sama-sama menyadari hakikat keberadaan kita di dunia. Untuk beribadah kepadanya, dalam konteks ibadah yang sangat luas sekali (segala perbuatan yang bisa mendekat diri kita kepadaNya) Sama-sama memohon ampunan atas segala kesia-siaan yang telah kita perbuat Sama-sama memohon kebaikan untuk sisa usia yang kita milikiDan sama-sama mendoakan mereka yang telah mendahuluiPada dasarnya bukan mereka yang meninggal (meninggalkan kita), namun mereka telah terlebih dahulu kembali kepadaNya, dan kitapun akan segera menyusul merekaKita doakan mereka agar diampuni segala dosa-dosanya, diberi kenikmatan dalam alam kuburnya, dan diberi balasan atas amalan perbuatan mereka dengan sebaik-baiknyaYa Robbi, ampuni kami dan ampuni mereka, lapangkan kubur mereka, sambut dengan limpahan kebaikan, dan beri kami keistiqomahan dan kesabaran dalam menapaki kehidupan tanpa mereka di sisi kami (amin)
Tiada hari yang tidak kita lalui tanpa mendengar berita mengenai kematian, lalu mengapakah kita tidak bisa mengambil pelajaran darinya..? bahwa suatu saat nanti kita pun akan mengalaminyaKematian adalah pintu satu arahSiapa yang telah melewatinya tiada bisa kembali lagiImam Ali kw pernah berkata,“Sungguh kita berada pada hari dimana hanya ada amal perbuatan tanpa perhitungan, dan sungguh kita akan menuju hari dimana hanya ada perhitungan tanpa ada amal perbuatan”Yuk, sama-sama menyadari hakikat keberadaan kita di dunia. Untuk beribadah kepadanya, dalam konteks ibadah yang sangat luas sekali (segala perbuatan yang bisa mendekat diri kita kepadaNya) Sama-sama memohon ampunan atas segala kesia-siaan yang telah kita perbuat Sama-sama memohon kebaikan untuk sisa usia yang kita milikiDan sama-sama mendoakan mereka yang telah mendahuluiPada dasarnya bukan mereka yang meninggal (meninggalkan kita), namun mereka telah terlebih dahulu kembali kepadaNya, dan kitapun akan segera menyusul merekaKita doakan mereka agar diampuni segala dosa-dosanya, diberi kenikmatan dalam alam kuburnya, dan diberi balasan atas amalan perbuatan mereka dengan sebaik-baiknyaYa Robbi, ampuni kami dan ampuni mereka, lapangkan kubur mereka, sambut dengan limpahan kebaikan, dan beri kami keistiqomahan dan kesabaran dalam menapaki kehidupan tanpa mereka di sisi kami (amin)
wanita berhias di salon kecantikan
Apakah boleh wanita Muslimat menghias (mempercantik) dirinya di tempat-tempat tertentu, misalnya pada saat ini, yang dinamakan salon kecantikan, dengan alasan keadaan masa kini bagi wanita sangat penting untuk tampil dengan perlengkapan kecantikan.
Agama Islam menentang kehidupan yang bersifat kesengsaraan dan menyiksa diri, sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh sebagian dari pemeluk agama lain dan aliran tertentu. Agama Islam pun menganjurkan bagi ummatnya untuk selalu tampak indah dengan cara sederhana dan layak, yang tidak berlebih-lebihan. Bahkan Islam menganjurkan di saat hendak mengerjakan ibadat, supaya berhias diri disamping menjaga kebersihan dan kesucian tempat maupun pakaian.
Allah swt. berfirman:
"... pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid ..." (Q.s.Al-A'raaf: 31)
Bila Islam sudah menetapkan hal-hal yang indah, baik bagi laki-laki maupun wanita, maka terhadap wanita, Islam lebih memberi perhatian dan kelonggaran, karena fitrahnya, sebagaimana dibolehkannya memakai kain sutera dan perhiasan emas, dimana hal itu diharamkan bagi kaum laki-laki.
Adapun hal-hal yang dianggap oleh manusia baik, tetapi membawa kerusakan dan perubahan pada tubuhnya, dari yang telah diciptakan oleh Allah swt, dimana perubahan itu tidak layak bagi fitrah manusia, tentu hal itu pengaruh dari perbuatan setan yang hendak memperdayakan. Oleh karena itu, perbuatan tersebut dilarang. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:
"Allah melaknati pembuatan tatto, yaitu menusukkan jarum ke kulit dengan warna yang berupa tulisan, gambar bunga, simbol-simbol dan sebagainya; mempertajam gigi, memendekkan atau menyambung rambut dengan rambut orang lain, (yang bersifat palsu, menipu dan sebagainya)." (Hadis shahih).
Sebagaimana riwayat Said bin Musayyab, salah seorang sahabat Nabi saw. ketika Muawiyah berada di Madinah setelah beliau berpidato, tiba-tiba mengeluarkan segenggam rambut dan mengatakan, "Inilah rambut yang dinamakan Nabi saw. azzur yang artinya atwashilah (penyambung), yang dipakai oleh wanita untuk menyambung rambutnya, hal itulah yang dilarang oleh Rasulullah saw. dan tentu hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi. Bagaimana dengan Anda, wahai para ulama, apakah kalian tidak melarang hal itu? Padahal aku telah mendengar sabda Nabi saw. yang artinya, 'Sesungguhnya terbinasanya orang-orang Israel itu karena para wanitanya memakai itu (rambut palsu) terus-menerus'." (H.R. Bukhari).
Nabi saw. menamakan perbuatan itu sebagai suatu bentuk kepalsuan, supaya tampak hikmah sebab dilarangnya hal itu bagi kaum wanita, dan karena hal itu juga merupakan sebagian dari tipu muslihat.
Bagi wanita yang menghias rambut atau lainnya di salon-salon kecantikan, sedang yang menanganinya (karyawannya) adalah kaum laki-laki. Hal itu jelas dilarang, karena bukan saja bertemu dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, tetapi lebih dari itu, sudah pasti itu haram, walaupun dilakukan di rumah sendiri.
Bagi wanita Muslimat yang tujuannya taat kepada agama dan Tuhannya, sebaiknya berhias diri di rumahnya sendiri untuk suaminya, bukan di luar rumah atau di tengah jalan untuk orang lain. Yang demikian itu adalah tingkah laku kaum Yahudi yang menginginkan cara-cara moderen dan sebagainya.
Agama Islam menentang kehidupan yang bersifat kesengsaraan dan menyiksa diri, sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh sebagian dari pemeluk agama lain dan aliran tertentu. Agama Islam pun menganjurkan bagi ummatnya untuk selalu tampak indah dengan cara sederhana dan layak, yang tidak berlebih-lebihan. Bahkan Islam menganjurkan di saat hendak mengerjakan ibadat, supaya berhias diri disamping menjaga kebersihan dan kesucian tempat maupun pakaian.
Allah swt. berfirman:
"... pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid ..." (Q.s.Al-A'raaf: 31)
Bila Islam sudah menetapkan hal-hal yang indah, baik bagi laki-laki maupun wanita, maka terhadap wanita, Islam lebih memberi perhatian dan kelonggaran, karena fitrahnya, sebagaimana dibolehkannya memakai kain sutera dan perhiasan emas, dimana hal itu diharamkan bagi kaum laki-laki.
Adapun hal-hal yang dianggap oleh manusia baik, tetapi membawa kerusakan dan perubahan pada tubuhnya, dari yang telah diciptakan oleh Allah swt, dimana perubahan itu tidak layak bagi fitrah manusia, tentu hal itu pengaruh dari perbuatan setan yang hendak memperdayakan. Oleh karena itu, perbuatan tersebut dilarang. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:
"Allah melaknati pembuatan tatto, yaitu menusukkan jarum ke kulit dengan warna yang berupa tulisan, gambar bunga, simbol-simbol dan sebagainya; mempertajam gigi, memendekkan atau menyambung rambut dengan rambut orang lain, (yang bersifat palsu, menipu dan sebagainya)." (Hadis shahih).
Sebagaimana riwayat Said bin Musayyab, salah seorang sahabat Nabi saw. ketika Muawiyah berada di Madinah setelah beliau berpidato, tiba-tiba mengeluarkan segenggam rambut dan mengatakan, "Inilah rambut yang dinamakan Nabi saw. azzur yang artinya atwashilah (penyambung), yang dipakai oleh wanita untuk menyambung rambutnya, hal itulah yang dilarang oleh Rasulullah saw. dan tentu hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi. Bagaimana dengan Anda, wahai para ulama, apakah kalian tidak melarang hal itu? Padahal aku telah mendengar sabda Nabi saw. yang artinya, 'Sesungguhnya terbinasanya orang-orang Israel itu karena para wanitanya memakai itu (rambut palsu) terus-menerus'." (H.R. Bukhari).
Nabi saw. menamakan perbuatan itu sebagai suatu bentuk kepalsuan, supaya tampak hikmah sebab dilarangnya hal itu bagi kaum wanita, dan karena hal itu juga merupakan sebagian dari tipu muslihat.
Bagi wanita yang menghias rambut atau lainnya di salon-salon kecantikan, sedang yang menanganinya (karyawannya) adalah kaum laki-laki. Hal itu jelas dilarang, karena bukan saja bertemu dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, tetapi lebih dari itu, sudah pasti itu haram, walaupun dilakukan di rumah sendiri.
Bagi wanita Muslimat yang tujuannya taat kepada agama dan Tuhannya, sebaiknya berhias diri di rumahnya sendiri untuk suaminya, bukan di luar rumah atau di tengah jalan untuk orang lain. Yang demikian itu adalah tingkah laku kaum Yahudi yang menginginkan cara-cara moderen dan sebagainya.
Selasa, 08 Juli 2008
Telah Anna Temukan
telah Anna temukan apa yang anna cari...
telah Anna dapatkan apa yang menjadi kegelisahan Anna sedari dulu..
telah Anna pahami apa yang Anna tidak ketahui sedari dulu..
apa yang tidak Anna temukan di hari-hari Anna bersama dakwah dahulu...kini Anna temukan..
apa yang menjadi kegelisahan Anna selama ini ternyata ada jawabannya di sini..
apa yang menjadi keraguan ternyata ada sedikit kemantapan di sini...
sungguh Anna terlalu jauh tertinggal...
sungguh Anna terlampau jauh terbuai oleh cita-cita hampa...
semoga Allah senantiasa membimbing Anna di sini...
semoga Allah memberikan kemntapan untuk Anna melangkah lebih jauh di sini...
telah Anna dapatkan apa yang menjadi kegelisahan Anna sedari dulu..
telah Anna pahami apa yang Anna tidak ketahui sedari dulu..
apa yang tidak Anna temukan di hari-hari Anna bersama dakwah dahulu...kini Anna temukan..
apa yang menjadi kegelisahan Anna selama ini ternyata ada jawabannya di sini..
apa yang menjadi keraguan ternyata ada sedikit kemantapan di sini...
sungguh Anna terlalu jauh tertinggal...
sungguh Anna terlampau jauh terbuai oleh cita-cita hampa...
semoga Allah senantiasa membimbing Anna di sini...
semoga Allah memberikan kemntapan untuk Anna melangkah lebih jauh di sini...
Langganan:
Komentar (Atom)


