Rabu, 20 Agustus 2008

Sahabatku Raisya

Anna punya kisah seorang sahabat, Anna harap siapapun yang membacanya agar mendoakan sahabat Anna tersebut. ia butuh kekuatan untuk bangkit.
sahabat Anna itu namanya Raisya (bukan nama sebenarnya).
hampir 3 bulan terahir ini Raisya hijrah ke sebuah kota yang cukup jauh dari kampung halamannya. Raisya bertemu dengan seorang teman mayanya yang telah lama dikenalnya bahkan telah menjadi pujaan hatinya. setelah pertemuan yang pertama kali, Raisya dan teman mayanya itu memutuskan untuk melanjutkan ke hubungan yang serius yakni menikah. hubungan itu berlanjut hingga akhirnya terjadi pelanggaran "diluar batas". seiring berjalannya waktu, 2 pekan terakhir ini terjadilah berbagai ujian, sesuatu yang telah ia rencanakan bersama teman mayanya itu tertimpa kegoncangan. badai satu demi satu menghampiri Raisya, ia kalut akan keadaan dirinya yang telah terlanjur terpuruk,ia merasa bersalah dan berdosa serta ketakutan akan keadaan dirinya. dikesendirian Raisya berjalan seperti meniti sebuah titian yang amat tajam, yang mesti ia lewati. sedikit demi sedikit ada kekaburan yang akhirnya membuat Raisya tak berarah. seperti burung yang patah sayapnya, ia tidak sempurna dan tidak kuat untuk terbang. terlebih lagi saat ini ayahnya tercinta mendapat musibah.

dari Anna : untuk Raisya Sahabatku,

Raisya sahabat terbaik anna...
sesungguhnya Allah senantiasa menegur hamba yang ia sayangi. Allah menegurmu dengan kejadian tersebut. karena selama ini apa yang telah Raisya lakukan adalah suatu perbuatan yang amat dibenci Allah. Raisya mengerti ilmunya,diluar batas keasadaranmu telah melakukan perbuatan yang membuatmu terjerumus. tetapi berbahagialah sahabatku, Allah masih menegurmu di dunia. betapa sayangnya Allah kepadamu, Ia hendak membuatmu bersih kembali. ia tidak rela membuatmu dan ia terjerumus lebih jauh. apa jadinya jika Allah tidak menegurmu. bukankah engkau akan terus menikmati apa yang Allah benci tersebutjika saja ia tidak menegurmu dengan kejadian ini?
sahabatku Raisya, semua pasti ada hikmahnya.

mohon do'a agar Anna tidak kaburo maktan....

Tidak ada komentar: