semoga rahman dan RohimNya selalu tercurah pada orang-orang yang senantiasa istiqomah di jalanNya. semoga kita termasuk ke dalam golongan itu. amin.
ukhti..
sayang ya kedekatan kita hanya sebentar..
ana harus berhijrah dan meninggalkanmu disana.
kita kenal selama 5 bulan, namun merasa dekat hanya beberapa minggu sebelum keberangkatan ana.
ana sebagai anak tertua tidak pernah merasakan bagaimana indahnya memiliki seorang kakak, begitu pula engkau, sebagai anak bungsu engkau tidak pernah merasakan bagaimana indahnya memiliki seorang adik.
setelah beberapa pengalaman engkau sampaikan pada ana, ana merasa bahagia bisa ukhti percaya, walaupun hanya sesaat. keinginanmu untuk segera menikah terpancar dari kata-kata dan ekspresi wajahmu...
28 tahun bukan lah usia yang muda untuk ukuran wanita, ana mengerti itu...
jangankan ukhti...saudara terbaik ana dengan usia yang baru akan memasuki 25 sudah tidak kuat untuk menahan gejolak keinginannya untuk menikah, padahal ia adalah seorang laki-laki...apalagi ukhti..
desakan orang tua ukhti yang ukhti ceritakan semua pada ana...
ana mengerti itu semua.
tapi yakinlah ukhti... tidak selamanya ukhti akan berpuasa..
ukhti akan berbuka...
yakinlah itu.
Allah maha tahu akan kegelisahan HambaNYa..
apalagi ukhti adalah wanita shalihah.
terus berjuang memperbaiki diri...
ikhtiyar...berdoa...bersabar dan serahkan semua urusan padaNya...
(buat ukhti di El Taisiir cabang Pontianak)
Minggu, 18 Mei 2008
Hijrah
hari ke 3 di negeri baru anna...
Ya rabb...
yang maha membolak balikkan hati... istiqomahkan anna di jalanMu.
luruskan niat anna hanya untuk mencapai ridhoMu..
Sungguh anna ingin memperoleh cintaMu ya Rabb..
bukan cinta dari orang-orang yang anna cintai...
bukan dari orang-orang yang mencintai anna bukan karenaMu.
saat yang lalu anna mendapat pesan singkat yang penuh dengan taujih dariMu..
melalui orang hamba yang Engkau Cintai, kata-kata itu terucap "jika anna belum bisa menjadi lebih baik darinya...amat sulit untuk membeli hatinya, meskipun suatu saat anna telah menjadi lebih baik darinya..bisa jadi ia telah menemukan wanita yang terbaik dan lebih baik darinya...
subhanAllah...
ada lagi taujihMu yang Engkau sampaikan lewat kata-kata orang yang Engkau Cintai..
" ia lebih percaya kepada wanita dari golongan terbaiknya..."
maha suci Engkau ya Rabb..
hanya Engkau yang maha SEMPURNA...
terimakasih ya Allah Engkau telah menasehati anna lewat hamba terkasihmu...
semoga nasihat itu menjadi ladang amal baginya dan bahan perbaikan diri anna...
Alhamdulillah...
maha suci Engkau..
maha sempurna Engkau
ya Rabb...
keep smile...
Ya rabb...
yang maha membolak balikkan hati... istiqomahkan anna di jalanMu.
luruskan niat anna hanya untuk mencapai ridhoMu..
Sungguh anna ingin memperoleh cintaMu ya Rabb..
bukan cinta dari orang-orang yang anna cintai...
bukan dari orang-orang yang mencintai anna bukan karenaMu.
saat yang lalu anna mendapat pesan singkat yang penuh dengan taujih dariMu..
melalui orang hamba yang Engkau Cintai, kata-kata itu terucap "jika anna belum bisa menjadi lebih baik darinya...amat sulit untuk membeli hatinya, meskipun suatu saat anna telah menjadi lebih baik darinya..bisa jadi ia telah menemukan wanita yang terbaik dan lebih baik darinya...
subhanAllah...
ada lagi taujihMu yang Engkau sampaikan lewat kata-kata orang yang Engkau Cintai..
" ia lebih percaya kepada wanita dari golongan terbaiknya..."
maha suci Engkau ya Rabb..
hanya Engkau yang maha SEMPURNA...
terimakasih ya Allah Engkau telah menasehati anna lewat hamba terkasihmu...
semoga nasihat itu menjadi ladang amal baginya dan bahan perbaikan diri anna...
Alhamdulillah...
maha suci Engkau..
maha sempurna Engkau
ya Rabb...
keep smile...
Sabtu, 10 Mei 2008
cintai aku hari ini
Setiap hari kita pasti butuh cinta. dan kebutuhan itu terlihat nyata dari prilAku kita, ataupun tersembunyi lewat kata. entah dinyatakan secara jelas, entah sekedar tersirat hadirnya. mungkin pula hanya sekedar berupa rasa rindu yang menggelora tanpa kuasa meminta. cinta itu fitrah adanya.
beberapa waktu lalu, ana pernah berselisih dengan seorang sahabat yang telah saya kenal semenjak 5 tahun lalu, menurut ana ia telah melakukan kesalahan dan ana menegurnya. menurutnya ia hanya mengikuti kata hatinya dan tak rela atas teguran ana. saat itu ana berpikir kalau hari itu tidak ana tegur maka ana telah berdosa karena telah membiarkannya larut dalam perasaannya sedangkan ia tidak memperhatikan lagi batas prilakunya. ana tidak lagi sempat berpikir bahwa mugkin saja ia telah salah menangkap maksud ana. padahal ana hanya ingin memberitahunya sesuatu, bahwa anna sayang ia. semua perkataan ana adalah cinta anna padanya.
seringkali tak sanggup diri kita memperhatikan lagi rambu2 dalam bercinta. oleh sebab perasaan yang telah kuat adanya. otak ini serasa beku tak kuasa, sedangkan hati telah tergurat olehnya.
ada seorang istri yang marah pada suami. setiap kalimat yang keluar darinya tak lain hanyalah cercaan belaka. ia berkata tak lagi ada rasa percaya. kita yang mendengarnya mungkin akan berpikir bahwa ia tak lagi cinta. tetapi nyataya tak seperti itu. sebab waktu akan membuktikan bahwa rasa itu tetap ada. saat suaminya sakit, terlihat dari kecemasannya. saat suaminya terlelap lelah dalam tidurnya ia memperhatikannya dan setia di sampingnya.
kadangkala, kalimat yang kita ucapkan tak melulu mewakili perasaan yang sebenarnya. seringkali hati lah yang bisa berbicara, namun mulut ini tak sanggup mengutarakannya. keinginan untuk dicintai itu telah terpendam jauh dipelosok kalbu.
kepada manusia kita telah melakukan apa saja untuk mendapatkan cintanya. dari ibu dan ayah kita, teman dan sahabat, suami, istri, anak dan siapa saja yang dekat denga diri kita. kepada sang pencipta apakah kita berlaku hal yang sama? andaikan begitu lemah kita menyampaikan rasa bagaimana kita meminta kepadaNya? bukankah segala pinta tersampaikan lewat doa?
walau hanya sebatas satu kalimat yang terlantunkan dari hati,
ya Allah, cintai Anna hari ini...
beberapa waktu lalu, ana pernah berselisih dengan seorang sahabat yang telah saya kenal semenjak 5 tahun lalu, menurut ana ia telah melakukan kesalahan dan ana menegurnya. menurutnya ia hanya mengikuti kata hatinya dan tak rela atas teguran ana. saat itu ana berpikir kalau hari itu tidak ana tegur maka ana telah berdosa karena telah membiarkannya larut dalam perasaannya sedangkan ia tidak memperhatikan lagi batas prilakunya. ana tidak lagi sempat berpikir bahwa mugkin saja ia telah salah menangkap maksud ana. padahal ana hanya ingin memberitahunya sesuatu, bahwa anna sayang ia. semua perkataan ana adalah cinta anna padanya.
seringkali tak sanggup diri kita memperhatikan lagi rambu2 dalam bercinta. oleh sebab perasaan yang telah kuat adanya. otak ini serasa beku tak kuasa, sedangkan hati telah tergurat olehnya.
ada seorang istri yang marah pada suami. setiap kalimat yang keluar darinya tak lain hanyalah cercaan belaka. ia berkata tak lagi ada rasa percaya. kita yang mendengarnya mungkin akan berpikir bahwa ia tak lagi cinta. tetapi nyataya tak seperti itu. sebab waktu akan membuktikan bahwa rasa itu tetap ada. saat suaminya sakit, terlihat dari kecemasannya. saat suaminya terlelap lelah dalam tidurnya ia memperhatikannya dan setia di sampingnya.
kadangkala, kalimat yang kita ucapkan tak melulu mewakili perasaan yang sebenarnya. seringkali hati lah yang bisa berbicara, namun mulut ini tak sanggup mengutarakannya. keinginan untuk dicintai itu telah terpendam jauh dipelosok kalbu.
kepada manusia kita telah melakukan apa saja untuk mendapatkan cintanya. dari ibu dan ayah kita, teman dan sahabat, suami, istri, anak dan siapa saja yang dekat denga diri kita. kepada sang pencipta apakah kita berlaku hal yang sama? andaikan begitu lemah kita menyampaikan rasa bagaimana kita meminta kepadaNya? bukankah segala pinta tersampaikan lewat doa?
walau hanya sebatas satu kalimat yang terlantunkan dari hati,
ya Allah, cintai Anna hari ini...
Jumat, 02 Mei 2008
Puisi "Harapku"
Ketika surya melabuhkan diri,
lembayung memaparkan keanggunan yang merah
dan... angin turut menusukan lantunan adzan
ke pori-pori kulit insan
Aku bisikkan desahan penyesalan Kepada-Nya
tentang gambaran yang terekam dalam benak
Ya Rob,... ampuni aku yang mencoba mengubur gumpalan dosa
membasuh nanah aib dan...
menambal luka-luka kesalahan dalam perjalan ini
Sedangkan Rahmat-Mu seindah lukisan-Mu
tentang gunung, sungai, lembah, ngarai, hutan...
yang berpayung langit
dengan corak bintang dan bulan
Perjalananku tiba di tengah padang kehidupan
yang harus lalui lautan
kendala jurang kehidupan yang terus saja menganga
Dan satu lagi harapku...
Jika esok kau izinkan
aku kembali tuk lihat hamparan awan
rasakan kehangatan surya pagi,
Tolong tuntun aku...
tuk berikan yang terindah
untuk ayah bunda...
kemarin anna hadir disebuah forum ikhwah, subhanAllah terasa indah. namun setelah beberapa saat anna menikmati keindahan itu .... tiba-tiba hadir pernyataan yang amat menusuk hati. namun karena keinginan anna untuk menambah ilmu dan dalan rangka silaturrahim, anna tetap berada di sana.
sempat terpikir kenapa anna mesti di sana...jika hanya menyaksikan berbagai "kata-kata" yang tak sedikitpun anna inginkan. terdiam sejenak dengan keheningan berpikir anna... Allahu Akbar... ternyata Allah maha mengetahui setiap apa2 yang ada dalam hati hambaNya. Alhamdulillah berkat kasih sayang Allah hati anna diluruskanNya. pikiran anna kembali jernih...
yah...kehadiran anna di sana untuk mendapatkan ilmuNya...
Senin, 28 April 2008
Kebahagiaan Dalam Islam
Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang
senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia.Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan.Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara
dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada
kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain.
Lantas apakah yang disebut "bahagia" (sa'adah/happiness)?
Selama ribuan tahun, para pemikir telah sibuk membincangkan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak adakebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi
kejiwaan masyarakat Barat sebagai: "Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan.
Islam menyatakan bahwa "Kesejahteraan' dan "kebahagiaan" itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanya dapat dinikmati dalam alam pikiran belaka.
Keselahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta'ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.
Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan(iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi
hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya? Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ma'rifatullah", telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan:
"Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan nikmat,kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut perasaan masing-masing".
Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah,kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dan tubuh manusia.
Ada pun kelezatan hati ialah ma'rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata akan sangat gembira kalau dia dapat herkenalan dengan seorang pajabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden. Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala
macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan oleh
manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma'rifat yang lebih lezat daripada ma'rifatullah. Ma'rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah" (Laa ilaahaillallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi,manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya,
baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah.
Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia
memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri.Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat
qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa "Tiada tuhan selain Allah", dan bersakssi bahwa "Sesungguhnya ad-Din
dalam pandangan Allah SWT adalah Islam."
Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.
Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama,apakah suatu program pendidikan (ta'dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya. Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.
Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Igbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Penyair besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam diri seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.
Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacam itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar. Dalam kondisi apa pun. maka "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih.
"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu
terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu.
Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu..."
Mudah-mudahan Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin.
senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia.Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan.Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara
dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada
kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain.
Lantas apakah yang disebut "bahagia" (sa'adah/happiness)?
Selama ribuan tahun, para pemikir telah sibuk membincangkan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak adakebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi
kejiwaan masyarakat Barat sebagai: "Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan.
Islam menyatakan bahwa "Kesejahteraan' dan "kebahagiaan" itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanya dapat dinikmati dalam alam pikiran belaka.
Keselahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta'ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.
Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan(iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi
hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya? Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ma'rifatullah", telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan:
"Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan nikmat,kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut perasaan masing-masing".
Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah,kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dan tubuh manusia.
Ada pun kelezatan hati ialah ma'rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata akan sangat gembira kalau dia dapat herkenalan dengan seorang pajabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden. Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala
macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan oleh
manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma'rifat yang lebih lezat daripada ma'rifatullah. Ma'rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah" (Laa ilaahaillallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi,manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya,
baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah.
Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia
memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri.Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat
qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa "Tiada tuhan selain Allah", dan bersakssi bahwa "Sesungguhnya ad-Din
dalam pandangan Allah SWT adalah Islam."
Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.
Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama,apakah suatu program pendidikan (ta'dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya. Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.
Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Igbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Penyair besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam diri seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.
Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacam itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar. Dalam kondisi apa pun. maka "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih.
"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu
terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu.
Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu..."
Mudah-mudahan Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin.
Kagumku wahai mereka di jalanan
Subhanallah...
sore ini anna bertemu dengan seorang ibu yang dengan wajah lesunya mengisyaratkan bahwa ia sedang kelelahan...menjajakan makanan. wajahnya yang lelah tidak membuatnya hilang akan aura ibunda yang dibawanya. rambutnya yang sedikit terjulur kesudut matanya menyatakan bahwa ia kelelahan. langkahnya yang lemah tak mengalahkan semangatnya untuk menghidupi anandanya tersayang.
duh...sampai detik ini anna masih terhiasi olehnya.., hati ini terenyuh, kata hati ini ingin membantu, tapi....
hhhhmmm...dunia...
Di persimpangan jalan ada seorang ibu yang memakai topi lusuh. menarik gerobak kecilnya yang berisikan kardus bekas...ia adalah seorang pemulung. anna lihat bajunya basah, mungkin kerena hujan sore ini.
Subhanallah,
ya robbi...
betapa mulianya mereka yang telah rela memberikan semua waktu yang seharusnya untuk bersantai ria...demi menghidupi orang yang dicintainya....
seharusnya sore ini mereka bersama suami dan buah hatinya bercengkrama...bercanda tawa...menikmati sisa hidupnya yang telah diberikan kepadanya, namun mereka rela berada di jalanan.
Allahu Robbi...
sungguh anna kagum akan mereka...
sore ini anna bertemu dengan seorang ibu yang dengan wajah lesunya mengisyaratkan bahwa ia sedang kelelahan...menjajakan makanan. wajahnya yang lelah tidak membuatnya hilang akan aura ibunda yang dibawanya. rambutnya yang sedikit terjulur kesudut matanya menyatakan bahwa ia kelelahan. langkahnya yang lemah tak mengalahkan semangatnya untuk menghidupi anandanya tersayang.
duh...sampai detik ini anna masih terhiasi olehnya.., hati ini terenyuh, kata hati ini ingin membantu, tapi....
hhhhmmm...dunia...
Di persimpangan jalan ada seorang ibu yang memakai topi lusuh. menarik gerobak kecilnya yang berisikan kardus bekas...ia adalah seorang pemulung. anna lihat bajunya basah, mungkin kerena hujan sore ini.
Subhanallah,
ya robbi...
betapa mulianya mereka yang telah rela memberikan semua waktu yang seharusnya untuk bersantai ria...demi menghidupi orang yang dicintainya....
seharusnya sore ini mereka bersama suami dan buah hatinya bercengkrama...bercanda tawa...menikmati sisa hidupnya yang telah diberikan kepadanya, namun mereka rela berada di jalanan.
Allahu Robbi...
sungguh anna kagum akan mereka...
Jumat, 25 April 2008
Kisah Kasih Dengan Yang Maha Kasih
Rumah maya Anna...
apakabarmu malam ini? Trimakasih engkau telah menemani saat2 terahir Anna di Kota ini. insyaAllah dalam beberapa pekan ini Anna akan hijrah menuju kota ilmu.
pontianak telah mengajarkan Anna bagaimana kehidupan ini. selama kurang lebih 6 tahun Anna disini Pontianak kota khatulistiwa..pengalam berharga yang banyak ana dapatkan. sejak tahun 2002..ana diantar Bapak untuk mengenyam pendidikan, untuk menjadi seorang sarjana..Sarjana Pertanian. suatu keberuntungan yang amat besar bagi Anna...karena mungkin teman2 sebaya seperti Anna di luar sana yang tidak sberuntung Anna..Alhamdulillah ya Allah...
sejak itu Anna memulai aktifitas kuliah...di ruang Flamboyan kelas tercinta selama 3,5 tahun.
sebagai anak daerah....di awal kuliah Anna amat minder...namun setelah Anna jalani Alhamdulillah...
suatu yang paling indah ketika Anna merasakan indahnya islam..
Ulul Albab Tercinta...UA (baca: yu e).
di sana Anna dikenalkan bagaimana erorganisasi...bagaimana berukhwah...
indahnya persaudaraan dalam islam...Subhanallah...
Dari kestari hingga Kadiv Kemuslimatan...Bendum... di FKMI UA
dengan berjalannya waktu hingga akhirnya di Januari 2006 Anna mengalami suatu yang indah dalam pandangan Anna...
ketika Anna menerima Syahid Al hafidz...
dengan pertemuan yang indah di Pribumi...
....Bersambung...
"dd" Raisya kecil Umi dan Abi
Untuk dd Raisya kecil umi dan abi yang akan datang...
tetaplah teguh seperti seperti batu karang yang dihempas ombak lautan,
tetaplah kokoh seperti menara Baiturrahman meskipun diterjang tsunami..
tetaplah bersinar seperti mutiara...meskipun ditengah lumpur yang hitam..
sungguh umi dan abi
merindukan kehadiranmu saat ini..
sebagai penyejuk qalbu penentram jiwa umi dan abi.
dd Raisya kecil umi yang akan datang, meskipun umi telah meninggalkanmu sebelum engkau hadir dipelukan dan dekapan umi..., umi harap pada Allah agar engkau selalu menjadi Qurrota A'yun bagi umi yang akan menyayangimu..
umi bahagia melihatmu tersenyum manis dengan imanmu...
dengan krudung putihmu yang semakin membuat umi bangga kepadamu...
dd Raisya kecik umi yang akan datang...peluk dekap hanya untukmu...sayang
tetaplah teguh seperti seperti batu karang yang dihempas ombak lautan,
tetaplah kokoh seperti menara Baiturrahman meskipun diterjang tsunami..
tetaplah bersinar seperti mutiara...meskipun ditengah lumpur yang hitam..
sungguh umi dan abi
merindukan kehadiranmu saat ini..
sebagai penyejuk qalbu penentram jiwa umi dan abi.
dd Raisya kecil umi yang akan datang, meskipun umi telah meninggalkanmu sebelum engkau hadir dipelukan dan dekapan umi..., umi harap pada Allah agar engkau selalu menjadi Qurrota A'yun bagi umi yang akan menyayangimu..
umi bahagia melihatmu tersenyum manis dengan imanmu...
dengan krudung putihmu yang semakin membuat umi bangga kepadamu...
dd Raisya kecik umi yang akan datang...peluk dekap hanya untukmu...sayang
Yaumul Khomis Anna
Yaumul khomis Anna...
hari ini Anna terpaku akan ayat-ayat cintaNya..Subhanallah...
hari ini selembar kertas berwarna hijau baru saja Anna buka, disudut kanannya tertulis...Walimatul Ursy...
Allahu Robbi...
Untaian istiqfar terlantun dan terkucur dari setiap urat-urat nadi suara Anna..
Hatimya menangis, namun Anna senantiasa bertasbih mengagungkan asma Allah..
Allahu Akbar...
Barakallah....Sahabatku...
hari ini Anna terpaku akan ayat-ayat cintaNya..Subhanallah...
hari ini selembar kertas berwarna hijau baru saja Anna buka, disudut kanannya tertulis...Walimatul Ursy...
Allahu Robbi...
Untaian istiqfar terlantun dan terkucur dari setiap urat-urat nadi suara Anna..
Hatimya menangis, namun Anna senantiasa bertasbih mengagungkan asma Allah..
Allahu Akbar...
Barakallah....Sahabatku...
Langganan:
Postingan (Atom)
